Friday, February 20, 2009

-AiR mAtA-



"Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.” “Saya tak mengerti ibu,” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti…”

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” “Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab. “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawapannya:

Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita...
tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita Muslimah..."

5 comments:

perokoksoleh said...

salam....

a'ah la,
dah lamaa aku xbaca entry nie ibarat lamanya aku xsinggah diblog ini...lalalala

Anonymous said...

sesape jer

salam...
best artikel2 dalam blog ni.
teruskan perjuanganmu kak,
doakan agar Dia sentiasa memberi bimbingan kepada kita tuk meneruskan perjuangan ini.

salam ukhuwah...

الوردة الشوكية said...

Salam'alaik kak.
Alhamdulillah, setiap aturan Allah punya hikmah yang sangat cantik. Subhanalah! :)

^_^

.:NurTaQwa88:. said...

perokoksoleh:waalaikumsalam..alhmdulillah, sempat mengunjung dn meninggalkan komen pula tu,sudah cukup baik.syukran ats singgahan

anonymous:waalaikumsalam ..syukran kasira..ya ukhti.;)
allahuyubarikfik..
sama2 kita teruskan perjuangan kita dn smg ukhuwah kita akan kekal selamanya..aminn=)

wardah:waalaikumsalam..naa'am ya ukhti.. allahuyubarik fik.. segala pujian hanya bagiNya, trm ksh ya ats kunjungan..(~_^)

bintang said...

bergenang mata membaca post ni..
teringatkan mak..memang wanita sangat tabah bila berdepan dengan anak yang degil macam saya(dulu) ^^