Thursday, December 4, 2008

Sabar Ye..(~_^)




Assalamualaikum wbt. Disini ana terjumpa sebuah kisah yang amat menarik saya kira untuk tatapan bersama. Menceritakan tentang sabar dan ujian. Sengaja mengepost cerita ini kerana saya sendiri sebagai hambaNya tak pernah lepas dari diuji dan teruji. Kadangkala terasa tak berdaya dengan ujian yang menimpa. Hidup merantau dan berjauhan dari keluarga, susah senang perlu kuat dan tabah untuk menghadapinya sendirian. Semoga saya masih mampu untuk terus mengukirkan senyuman biar seberat mana pun ujian yang menimpa. InshaAllah. Marilah kita sama2 ikuti kisah di bawah.

Suatu hari, seorang anak muda pergi ke kedai cenderamata. ia mencari sebuah hadiah untuk kekasihnya yang sangat ia cintai. Sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 21. Setelah sedemikian lama melihat-lihat. Mata pemuda itu menangkap cahaya yang gemerlapan dari dalam almari yang indah, cayaha itu muncul dari pantulan cangkir yang diterpa matahari siang itu. Pemuda itu memanggil pelayan kedai. “kak!boleh saya lihat cangkir itu”. Pelayan kedai itu tersenyum. dan berkata, “boleh, asalkan awk tidak memegangnya”. Kemudian, “boleh kalau awak nak pegang, asal tangan awk bersih”,. Pemuda itu membolak-balikkan tangannya dan berkata, “kak! tangan saya bersih , bolehkan?”. “boleh, tapi harus hati-hati” kata pelayan itu. Pemuda yang lagi terpikat dengan kecantikan cangkir itu, tersenyum. sambil mendekati cangkir cantik itu, Ia bergumam. “cantik nya..!, aku belum pernah melihat cangkir secantik ini, pasti kekasihku sangat senang menerimanya”. Ketika pemuda mahu mengambil cangkir itu, cangkir yang ada dihadapannya berbicara. “hai pemuda..! hati-hati memegangku, kalau aku jatuh dan pencah, kamu harus menggantinya, dan kamu tidak dapat memiliki kecantikanku”. Pemuda itu tersenyum, dan berkata, “ia…cantik!, aku akan memegangmu dengan hati-hati, aku terpikat dengan kecantikanmu”. Cangkir cantik itu, berkata, “pemuda.!, semua orang terpikat melihat kecantikanku namun tidak semua orang dapat memilikiku”.

Kemudian cangkir itu melanjutkan kisahnya, “Dulu aku ini hanya selonggok tanah liat kotor, yang tidak berharga, tidak sorangpun melirikku apalagi mengambilku. Namun pada suatu hari, seorang lelaki dengan tangan kotornya, mengambil ku dan melemparkanku ke sebuah roda berputar”. Aku tidak dapat menghindar dan menolaknya, kerana aku hanya tanah yang kotor dan tidak berharga. Setelah itu, ia memutar-mutar roda itu, aku berteriak untuk dihentikannya, kerana kepalaku terasa pusing sekali. stop! Stop! Stop aku berteriak dengan keras, namun orang itu berkata, “belum!”. Lalu ia mulai beraksi kembali dengan memukulku, menusukku, menginjak-injakku berulang-ulang. Stop! Stop! Stop! Aku berteriak dengan harapan ia tidak melanjutkan, tetapi ia berkata, “belum!,”. Belum aku bernafas dengan lega, ia melemparkanku ke perapian. Aku kepanasan, dan belum pernah aku disiksa seperti itu. Aku terus dipanaskan, dibolak balik, aku hampir putus asa. Dan aku berteriak-teriak, panas! Panas! Panas! Namun ia sedikitpun tidak memperdulikanku. Tetap saja diberitahu, “belum”,. Bilakah siksaan dan penderitaan ini selesai, kenapa nasibku seperti ini. Betapa senangnya teman-temanku yang tidak mendapati siksaan seperti yang aku alami.

Sambil
menitiskan air mata, aku memohon agar ia tidak melanjutkan penyiksaan itu, karena aku sudah tidak kuat lagi. Aku mulai gembira, kerana ia mengangkatku dari perapian itu. Dan membiarkanku sampai dingin. Aku pikir, mungkin itu akhir dari penyiksaan dan penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin,lukisku dengan warna, yang baunya sangat tidak aku senangi, membuat aku sesak dan sulit bernafas. aku berkata, “stop! Stop! Stop! Aku sudah muak dengan semua ini, aku mohon jangan dekatkan cat itu padaku. Tetapi, perempuan itu, tetap saja membolak-balikku dan memolesku dengan cat yang baunya mintak ampun. Namun wanita itu berkata sama dengan laki-laki jahat tadi, “belum”. Aku melihat diriku berubah, dari satu warna menjadi warna-warni. Namun apalah artinya perubahan itu buatku, aku tidak merasa apa kecuali siksaan yang pedih dan memuakkan.

Ternyata, tidak sampai disitu.
Aku diserahkan pada seorang laki-laki, ia sangat mengerikan. Dengan tangan nya ia mengambilku. Laki-laki itu, memasukkan aku ke perapian lagi, rasanya lebih panas dari sebelumnya. Saya merasa ini mungkin akhir hidupku, dan setelah ini aku tidak dapat melihat dunia lagi. Hanya kenangan yang tidak pernah saya lupakan, yaitu kenangan betapa pahitnya hidup. Aku berteriak dengan sekuat tenagaku. “Hentikan! Hentikan! Aku tidak kuat lagi! Panas! Panas! Panas!, namun laki-laki itu tidak sedikitpun menoleh padaku, aku dibiarkan berteriak-teriak dan kepanasan. Ia terus membakarku. Lalu, setelah beberapa lama, mungkin ia sudah puas dengan menyiksaku, kini aku diangkat dan dibiarkan dingin. Setelah didinginkan beberapa lama, seorang wanita dengan tangan cantiknya mengangkatku. Aku ditempatkan di bekas yang indah, dan disekelilingku ada benda-benda yang cantik. Aku kaget dan hairan ketika aku melihat perubahan pada diriku, betapa cantiknya diriku, dan teman-teman disekelilingku. Mereka yang mengalami penderitaan seperti apa yang aku alamai. Aku sungguh tidak percaya, dengan perubahan ini. Yang dulunya aku hanya benda yang tidak berharga sekarang menjadi tontonan dan diistimewakan. Setelah melihat perubahan ini, terasa penderitaan dan cubaan yang aku alami selama ini hilang seketika. , terima kasih Tuhan! Yang telah menyerahkanku pada tangan lelaki itu.


Sahabat..
Suatu gambaran penderitaan yang luar biasa. cubaan dan penderitaan adalah bagian hidup kita, namun kadang kita antara sedar dan tidak, bahawa cubaan dan penderitaan adalah sebuah proses menuju sebuah keindahan dan kebahagiaan.

Sahabat..
Seperti cangkir itulah, Allah swt membentuk
kita. memang penderitaan yang Allah berikan pada kita sakit, menyeksa, penuh penderitaan, aliran mata, dan hilangnya harta. Mungkin dengan cara itulah Allah swt merubah dan bentuk diri kita menjadi baik dan terbaik. Dan dapat memancarkan caha-Nya. Jika cubaan dan penderitaan menimpa kita, anggaplah cubaan dan penderitaan itu adalah sebuah proses kita menuju kebahagiaan, dan cubaan itu adalah sebuah kenikmatan yang diberikan Allah swt untuk membentuk dan menjadikan kita lebih maju dan lebih hebat.

Kita
tahu bahawa cubaan itu akan menghasilkan sebuah keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan pengalaman. Biarlah keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan pengalaman memperoleh buah yang matang. Apabila kita mengalami penderitaan dan cubaan, maka betapa indahnya jika berlapang dada dan tidak kecil hati,erana seorang kekasih untuk melihat kesetiaan kekasihnya adalah dengan melihat bagaimana ia sabar dalam menderita. Anggaplah penderitaan itu sebagai ujian kerana kasih dan rahmannya Allah pada kita. kerana kasih dan cinta-Nya Allah membrikan penderitaan itu.

Proses pembentukan itu memang menyakitkan, tapi setelah
proses itu selesai maka kita akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk kita dengan cubaan dan tantangan yang kita hadapi. Dan seluruh cubaan yang diberikan Allah itu pasti ada hikmahnya, kerana Allah tidak mempermain-mainkan hamba-nya. Dan pastilah ada manfaat disebalik itu semua. Kalau kita belum dapat dan belum merasakan hikmah itu maka kita harus selalu muhasabah. Mungkin kita yang terlalu kotor dan terlalu berprasangka buruk (su’u dhan) sehingga tidak dapat meneyelami dan mengambil hikmah yang diberikan-Nya.



*Cerpenis asal Madura. Ketua Sanggar Al-Abqory
Madura